Dolan ke SOLO

April 26, 2008 oleh bloggersolo

Solo Tourism Blog

Indah sekali bukan ?
Pemilihan nama yang terinspirasi spontan tanpa rekayasa ataupun ngebleng puasa tapi padat dan berisi. Memaknai content dan isi secara lugas, kira-kira seperti ini: Blog ini tentang pariwisata di Solo. Dengan begitu content-nya pun dapat langsung ditangkap pembaca. Headingnya pun tidaklah berlebihan, sebuah phrase yang mengandung ajakan, rasa ingin tahu, pertanyaan, dan memang sedikit promosi. Tapi bukankah itu yang diharapkan dari sebuah judul, seperti Dolan ke SOLO. Maka jawabku setelah membaca judul itu, ayuh.

Dolan ke SOLO

Tampilan depan blog. Dolan ke Solo: Ayuh!

Digagas oleh Mas Dony Alfan, terbit bulan Maret 2007. Ketika ditanya kendala yang dihadapi saat Mas dony menerbitkan Blog ini, berikut kutipan-nya:

“Awalnya blog itu belum tergarap dengan apik, artikelnya masih comot sana-sini, dan tampilannya pun biasa saja. Baru beberapa bulan ini blog Dolan Ke Solo saya rombak tampilannya, supaya banyak pengunjung yang tertarik. Dan seiring dengan perkembangannya, saya mulai mengajak dua orang teman blogger untuk bergabung dan turut menulis artikel di Dolan ke Solo.”

Sepertinya merangkul beberapa blogger lain yang memiliki persamaan visi, adalah langkah jitu. Mengingat keterbatasan waktu yang dimiliki Mas Dony. Langkah ini mungkin bisa dijadikan acuan untuk blogger lain. Aktivitas blogging di kalangan blogger kita sedikit banyak diakui memang bisa dikatakan sambil lalu. Belum banyak yang mengandalkan blogging sebagai sumber nafkah untuk hidup. Meskipun sudah terbukti bisa ko, kenapa tidak. Tidak berlebihan jika Dolan ke SOLO juga memiliki potensi yang besar untuk itu, tapi bagi Mas Dony uang bukan segalanya. Lihat saja misi yang dicanangkan Mas Dony untuk blog ini:

“Misi dari blog ini sebenarnya ingin mengangkat potensi yang wisata yang ada di Solo dan daerah-daerah penyangga di sekitarnya, yakni Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten. Jadi tidak hanya dalam lingkup sempit Solo saja.”

Misi yang saya anggap tepat sasaran mengingat kurangnya promosi wisata untuk daerah2 di sekeliling Solo. Sepatutnyalah mendapatkan apresiasi dari dinas terkait maupun pemerintahan daerah yang bersangkutan. Profesionals muda mandiri seperti Mas Dony diharapkan mampu menggerakkan Profesionals Muda yang lain di Solo. Dengan kepekaan yang dimiliki dan dinamisme ruang gerak, Solo dimasa depan menjadi tanggung jawab kita saat ini.
Masih berani bilang blogger itu trend sesat ?